Orientasi Pasca Kedatangan ke Jepang Program JET
Orientasi Pasca Kedatangan
Orientasi Program JET berlangsung dari tanggal 30 Juli sampai dengan 3 Agustus 2017, di pagi hari kedua Orientasi Pasca Kedatangan Program JET, seluruh partisipan JET dari seluruh dunia berkumpul di satu aula besar untuk acara pembukaan. Dapat terlihat bendera dari seluruh negara partisipan yang berjejer rapi di atas panggung, saya sangat bangga melihat Bendera Merah Putih ada di antara bendera-bendera tersebut. Pada tahun 2017 terdapat total 1719 orang ALT (Assistance Language Teachers) , 183 orang CIR (Coordinator for International Relations) dan 4 orang SEA (Sport Exchange Advisors) yang tersebar di seluruh 47 Prefektur di Jepang. Di sana kami mendengarkan sambutan-sambutan dari seluruh organisasi pemerintah Jepang yang mendukung Program JET yaitu dari perwakilan Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Ilmu pengetahuan dan Teknologi, dan CLAIR (The Council of Local Authorities for International Relations).
Acara ini merupakan kesempatan emas untuk saling mengenal dengan orang-orang dari seluruh dunia. Usia mereka bervariasi dari awal 20-an sampai umur 40-an. Yang menarik dari acara ini adalah, ketika kita berkumpul untuk makan bersama di sebuah meja bundar dan saling berbincang mengenai keunikan di negara masing-masing sekaligus saling mengenal satu sama lain. Di sini saya menemukan teman-teman baru dari berbagai negara. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang dari negara berbahasa Inggris seperti Kanada, Amerika, New Zealand, Amerika dan lainnya. Saya merupakan satu-satunya orang Indonesia pada acara pembukaan program JET 2017 kali ini.
Ruangan untuk orientasi dibagi berdasarkan dengan kategori profesi, ALT, CIR dan SEA. Saya yang bergabung dengan grup CIR mendapatkan pembekalan mengenai berbagai hal seperti penanggulangan bencana, kunjungan ke sekolah Jepang, penerjemahan dan interpretasi ditambah dengan cara bekerja di Jepang dan cara membaur dengan rekan sekerja di Jepang. Bagi mereka yang belum pernah bekerja di Jepang, pelatihan ini sangat bermanfaat untuk dapat mengenal budaya kerja di Jepang, termasuk etika menjawab telepon, saling bertukar kartu nama, dan sebagainya.
Pada hari terakhir, kami dikumpulkan per prefektur untuk berangkat ke masing-masing kota di mana kita akan ditempatkan. Saya disambut oleh seorang supervisor yang ternyata umurnya lebih muda dari saya. Kami sudah saling berkorespondensi dari sebelum saya datang ke Jepang. Supervisor saya yang ternyata lebih muda dari saya sangatlah ramah, dia memberikan bantuan yang sangat berharga dari mulai mengurusi apartemen, listrik, air dan sebagainya. Kami menaiki Kereta cepat Shinkansen dari Stasiun Shinjuku ke Stasiun Shizuoka, memakan waktu sekitar satu jam.
Pada hari pertama datang di Shizuoka, saya diajak makan di restoran hamburger Jepang yang paling ternama di Jepang. Inilah dimana pekerjaan baru saya sebagai Coordinator for International Relations. Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk dapat merepresentasikan Indoneisa kepada Jepang dan memberikan kontribusi kepada Tanah Air Indonesia!
Saya tak sabar untuk mengalami hari-hari menarik sebagai CIR di Shizuoka.
Orientasi Program JET berlangsung dari tanggal 30 Juli sampai dengan 3 Agustus 2017, di pagi hari kedua Orientasi Pasca Kedatangan Program JET, seluruh partisipan JET dari seluruh dunia berkumpul di satu aula besar untuk acara pembukaan. Dapat terlihat bendera dari seluruh negara partisipan yang berjejer rapi di atas panggung, saya sangat bangga melihat Bendera Merah Putih ada di antara bendera-bendera tersebut. Pada tahun 2017 terdapat total 1719 orang ALT (Assistance Language Teachers) , 183 orang CIR (Coordinator for International Relations) dan 4 orang SEA (Sport Exchange Advisors) yang tersebar di seluruh 47 Prefektur di Jepang. Di sana kami mendengarkan sambutan-sambutan dari seluruh organisasi pemerintah Jepang yang mendukung Program JET yaitu dari perwakilan Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Ilmu pengetahuan dan Teknologi, dan CLAIR (The Council of Local Authorities for International Relations).
Acara ini merupakan kesempatan emas untuk saling mengenal dengan orang-orang dari seluruh dunia. Usia mereka bervariasi dari awal 20-an sampai umur 40-an. Yang menarik dari acara ini adalah, ketika kita berkumpul untuk makan bersama di sebuah meja bundar dan saling berbincang mengenai keunikan di negara masing-masing sekaligus saling mengenal satu sama lain. Di sini saya menemukan teman-teman baru dari berbagai negara. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang dari negara berbahasa Inggris seperti Kanada, Amerika, New Zealand, Amerika dan lainnya. Saya merupakan satu-satunya orang Indonesia pada acara pembukaan program JET 2017 kali ini.
Ruangan untuk orientasi dibagi berdasarkan dengan kategori profesi, ALT, CIR dan SEA. Saya yang bergabung dengan grup CIR mendapatkan pembekalan mengenai berbagai hal seperti penanggulangan bencana, kunjungan ke sekolah Jepang, penerjemahan dan interpretasi ditambah dengan cara bekerja di Jepang dan cara membaur dengan rekan sekerja di Jepang. Bagi mereka yang belum pernah bekerja di Jepang, pelatihan ini sangat bermanfaat untuk dapat mengenal budaya kerja di Jepang, termasuk etika menjawab telepon, saling bertukar kartu nama, dan sebagainya.
Pada hari terakhir, kami dikumpulkan per prefektur untuk berangkat ke masing-masing kota di mana kita akan ditempatkan. Saya disambut oleh seorang supervisor yang ternyata umurnya lebih muda dari saya. Kami sudah saling berkorespondensi dari sebelum saya datang ke Jepang. Supervisor saya yang ternyata lebih muda dari saya sangatlah ramah, dia memberikan bantuan yang sangat berharga dari mulai mengurusi apartemen, listrik, air dan sebagainya. Kami menaiki Kereta cepat Shinkansen dari Stasiun Shinjuku ke Stasiun Shizuoka, memakan waktu sekitar satu jam.
Pada hari pertama datang di Shizuoka, saya diajak makan di restoran hamburger Jepang yang paling ternama di Jepang. Inilah dimana pekerjaan baru saya sebagai Coordinator for International Relations. Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk dapat merepresentasikan Indoneisa kepada Jepang dan memberikan kontribusi kepada Tanah Air Indonesia!
Saya tak sabar untuk mengalami hari-hari menarik sebagai CIR di Shizuoka.

Comments
Post a Comment