Pengalaman melamar menjadi Kordinator Hubungan Internasional di Kantor Prefektur Shizuoka
Ketika lulus dari program magister di Norwegia, saya memutuskan untuk kembali ke Indonesia pada bulan Agustus 2016. Setelah pulang, saya sempat bekerja sebagai Freelance Interpreter di salah satu pabrik pembuat mobil dan sebagai karyawan di salah satu Bank Jepang yang baru saja berdiri di Indonesia. Pada bulan Februari 2017, saya melihat pengumuman dari Kedutaan Besar Jepang di Jakarta mengenai lowongan untuk Kordinator Untuk Hubungan Internasional. Setelah membaca persyaratan, dan mengetahui saya memenuhi syarat tersebut saya memutuskan untuk mengirimkan lamaran ke Kedutaan Besar Jepang. Saya hanya sekedar mencoba pada waktu itu karena mereka hanya merekrut satu orang dari seluruh Indonesia. Mengingat kemampuan saya yang masih pas-pasan dan masih perlu banyak belajar saya hanya bisa berdoa dan tidak terlalu banyak berharap.
Sebelum saya melangkah lebih lanjut, saya akan sedikit menjelaskan mengenai apakah Kordinator Hubungan Internasional dan JET Program. JET adalah singkatan dari The Japan Exchange and Teaching Programme atau dalam bahasa Jepang disebut dengan 外国語青年招致事業 Gaikokugo Seinen Shōchi Jigyō. Program ini merupakan sebuah inisiasi yang dibuat oleh pemerintah Jepang pada tahun 1978. Posisi pekerjaan di program JET ini dibagi menjadi tiga kategori
(1) Koordinator untuk Hubungan Internasional (CIR : Coordinator for International Relations)
Mengemban tugas dalam kegiatan pertukaran internasional (melayani tamu yang datang dari luar negeri, menerjemahkan materi cetakan berbahasa asing, penerjemah saat event-event, membantu dan memberi masukan pada perencanaan dan rancangan kegiatan pertukaran internasional serta penyelenggaraannya) di departemen yang membidangi pertukaran internasional di organisasi pemerintah daerah.
(2) Asisten Guru Bahasa (ALT : Assistant Language Teacher)
Mengemban tugas pengarahan pelajaran bahasa (membantu guru Jepang pada pelajaran bahasa asing) seperti di SD, SMP, SMA, Komite Pendidikan dan lain lain.
(3) Advisor Pertukaran Olahraga (SEA : Sports Exchange Advisor)
Mengemban tugas kegiatan pertukaran internasional melalui olah raga (seperti membantu pengarahan olah raga) di departemen yang membidangi pertukaran internasional di organisasi pemerintah daerah.
Singkat cerita, ketika saya membaca pengumuman tentang penerimaan program JET, saya hanya memiliki waktu dua minggu untuk memenuhi semua dokumen yang diperlukan. Semua dokumen dapat terpenuhi dengan cepat kecuali surat rekomendasi dari Universitas. Saya harus menghubungi professor saya di University of Oslo Norwegia. Respon dari Professor saya sanga positif dan beliau mengirimkan surat rekomendasi itu dalam satu hari kerja!
Setelah saya melengkapi semua dokumen yang diperlukan, beberapa hari selanjutnya saya mengirimkan semua dokumen dengan bantuan dari abang go*ek. Sebulan berlalu dan tidak ada kabar apapun dari kedutaan, saya mengira aplikasi saya ditolak. Sampai pada suatu hari ketika saya sedang istirahat siang di sebuah kantor di daerah Sudirman, saya mendapatkan telepon yang mengatakan bahwa saya LOLOS tahap seleksi dokumen dan diundang untuk wawancara. Wawancara diselenggarakan pada awal bulan Maret 2017. Wawancara di bagi menjadi beberapa waktu, pagi dan siang hari, melihat para pesaing, nyali saya ciut waktu itu.
Waktu wawancara pun dimulai. Terdapat beberapa test yaitu test membaca dan pemahaman, saya diminta untuk membaca sebuah artikel dan setelah itu saya ditanya beberapa hal terkait dengan artikel tersebut. Setelah itu saya ditanya mengenai beberapa hal pribadi dalam bahasa Inggris dan Jepang. Wawancara berlangsung sekitar 30 menit dan saya pun diberitahu bahwa hasil akhir akan diumumkan pada bulan Juni. Saya ingat waktu itu adalah hari Jumat, setelah wawancara saya pergi ke Masjid Istiqlal untuk menunaikan Solat Jumat.
Menunggu adalah kegiatan paling menyengsarakan di dalam hidup saya. Setiap hari saya merasa resah dan gelisah menunggu hasil dari hasil wawancara tersebut. Setelah melewati hari demi hari dengan penuh rasa gelisah... di suatu siang saya mendapatkan telepon dari Kedutaan Jepang di Jakarta.. “Mas Yoza kami ingin memberitahukan bahwa Mas Yoza lolos tahap akhir”. Perasaan yang timbul saat itu adalah rasa lega sekaligus senang.
Setelah itu saya mengikuti tes kesehatan dan menyerahkan jawaban tawaran pekerjaan di Shizuoka tersebut, tentu saja saya menerima tawaran tersebut. Untuk Visa, saya merasa beruntung karena orang di Kedutaan Jepang sangat koperatif dan membantu dalam pengurusan dan penerbitan visa kerja saya
Karena waktu yang sangat mendesak, saya baru bisa berhenti dari pekerjaan lama saya lima hari sebelum keberangkatan saya ke Jepang. Pada hari keberangkatan saya diantar oleh seluruh keluarga saya. Hari itu adalah tepat satu tahun saya berada di Indonesia. Kehidupan baru pun kini dimulai.
Bersambung....
Ketika lulus dari program magister di Norwegia, saya memutuskan untuk kembali ke Indonesia pada bulan Agustus 2016. Setelah pulang, saya sempat bekerja sebagai Freelance Interpreter di salah satu pabrik pembuat mobil dan sebagai karyawan di salah satu Bank Jepang yang baru saja berdiri di Indonesia. Pada bulan Februari 2017, saya melihat pengumuman dari Kedutaan Besar Jepang di Jakarta mengenai lowongan untuk Kordinator Untuk Hubungan Internasional. Setelah membaca persyaratan, dan mengetahui saya memenuhi syarat tersebut saya memutuskan untuk mengirimkan lamaran ke Kedutaan Besar Jepang. Saya hanya sekedar mencoba pada waktu itu karena mereka hanya merekrut satu orang dari seluruh Indonesia. Mengingat kemampuan saya yang masih pas-pasan dan masih perlu banyak belajar saya hanya bisa berdoa dan tidak terlalu banyak berharap.
Sebelum saya melangkah lebih lanjut, saya akan sedikit menjelaskan mengenai apakah Kordinator Hubungan Internasional dan JET Program. JET adalah singkatan dari The Japan Exchange and Teaching Programme atau dalam bahasa Jepang disebut dengan 外国語青年招致事業 Gaikokugo Seinen Shōchi Jigyō. Program ini merupakan sebuah inisiasi yang dibuat oleh pemerintah Jepang pada tahun 1978. Posisi pekerjaan di program JET ini dibagi menjadi tiga kategori
(1) Koordinator untuk Hubungan Internasional (CIR : Coordinator for International Relations)
Mengemban tugas dalam kegiatan pertukaran internasional (melayani tamu yang datang dari luar negeri, menerjemahkan materi cetakan berbahasa asing, penerjemah saat event-event, membantu dan memberi masukan pada perencanaan dan rancangan kegiatan pertukaran internasional serta penyelenggaraannya) di departemen yang membidangi pertukaran internasional di organisasi pemerintah daerah.
(2) Asisten Guru Bahasa (ALT : Assistant Language Teacher)
Mengemban tugas pengarahan pelajaran bahasa (membantu guru Jepang pada pelajaran bahasa asing) seperti di SD, SMP, SMA, Komite Pendidikan dan lain lain.
(3) Advisor Pertukaran Olahraga (SEA : Sports Exchange Advisor)
Mengemban tugas kegiatan pertukaran internasional melalui olah raga (seperti membantu pengarahan olah raga) di departemen yang membidangi pertukaran internasional di organisasi pemerintah daerah.
Singkat cerita, ketika saya membaca pengumuman tentang penerimaan program JET, saya hanya memiliki waktu dua minggu untuk memenuhi semua dokumen yang diperlukan. Semua dokumen dapat terpenuhi dengan cepat kecuali surat rekomendasi dari Universitas. Saya harus menghubungi professor saya di University of Oslo Norwegia. Respon dari Professor saya sanga positif dan beliau mengirimkan surat rekomendasi itu dalam satu hari kerja!
Setelah saya melengkapi semua dokumen yang diperlukan, beberapa hari selanjutnya saya mengirimkan semua dokumen dengan bantuan dari abang go*ek. Sebulan berlalu dan tidak ada kabar apapun dari kedutaan, saya mengira aplikasi saya ditolak. Sampai pada suatu hari ketika saya sedang istirahat siang di sebuah kantor di daerah Sudirman, saya mendapatkan telepon yang mengatakan bahwa saya LOLOS tahap seleksi dokumen dan diundang untuk wawancara. Wawancara diselenggarakan pada awal bulan Maret 2017. Wawancara di bagi menjadi beberapa waktu, pagi dan siang hari, melihat para pesaing, nyali saya ciut waktu itu.
Waktu wawancara pun dimulai. Terdapat beberapa test yaitu test membaca dan pemahaman, saya diminta untuk membaca sebuah artikel dan setelah itu saya ditanya beberapa hal terkait dengan artikel tersebut. Setelah itu saya ditanya mengenai beberapa hal pribadi dalam bahasa Inggris dan Jepang. Wawancara berlangsung sekitar 30 menit dan saya pun diberitahu bahwa hasil akhir akan diumumkan pada bulan Juni. Saya ingat waktu itu adalah hari Jumat, setelah wawancara saya pergi ke Masjid Istiqlal untuk menunaikan Solat Jumat.
Menunggu adalah kegiatan paling menyengsarakan di dalam hidup saya. Setiap hari saya merasa resah dan gelisah menunggu hasil dari hasil wawancara tersebut. Setelah melewati hari demi hari dengan penuh rasa gelisah... di suatu siang saya mendapatkan telepon dari Kedutaan Jepang di Jakarta.. “Mas Yoza kami ingin memberitahukan bahwa Mas Yoza lolos tahap akhir”. Perasaan yang timbul saat itu adalah rasa lega sekaligus senang.
Setelah itu saya mengikuti tes kesehatan dan menyerahkan jawaban tawaran pekerjaan di Shizuoka tersebut, tentu saja saya menerima tawaran tersebut. Untuk Visa, saya merasa beruntung karena orang di Kedutaan Jepang sangat koperatif dan membantu dalam pengurusan dan penerbitan visa kerja saya
Karena waktu yang sangat mendesak, saya baru bisa berhenti dari pekerjaan lama saya lima hari sebelum keberangkatan saya ke Jepang. Pada hari keberangkatan saya diantar oleh seluruh keluarga saya. Hari itu adalah tepat satu tahun saya berada di Indonesia. Kehidupan baru pun kini dimulai.
Bersambung....
Comments
Post a Comment